Ads 468x60px

Minggu, 19 Desember 2010

Menganalisis Nilai Rupiah Krisis

setiap saat, setiap waktu, setiap detik orang menggunakanya untuk bekerja. yang pada hakekatnya untuk mengumpulkan nilai-nilai rupiah dalam mencukupi kebutuhan baik yang primer, sekunder maupun tersier. jika seseorng memenuhi kebutuhannya yang primer, maka ada rasa keinginan memenuhi kebutuhan yang sekunder. begitu juga setelah tercukupi kebutuhan yang sekunder, seseorang ingin memenuhi kebutuhan yang tersier. dalam mencukupi semua kebutuhan tersebut tak terlepas dari apa yang namanya rupiah (uang). begitu pentingnya yang namanya rupiah bagi kehidupan dalam arti pemenuhan kebutuhan. namun taukah anda sebagai orang indonesia bahwasannya nilai rupiah yang jauh lebih tingi bila dibanding mata uang negara lain ???. TEMPO interaktif jakarta-bank indonesia tercatat bahwa "nilai mata uang tertinggi di dunia dipegang oleh indonesia". dengan begitu berarti indonesia mengalami revolusi nilai mata uang yang cukup cepat. ini terbukti bahwa nilai 1$ USA jika di kurskan ke rupiah akan menjadi kurang lebih Rp.10.000. ini menunjukkan betapa tinggi nilai mata uang rupiah jika di kurskan ke dollar amerika. karena nilai 1 $ USA yang hanya menggunakan satu angka namun jika di kurskan ke rupiah melibatkan ribuan dalam arti melibatkan 5 angka. namun kedua mata uang tersebut nilai tukarnya sama. ini merupakan tugas bagi seluruh warga indonesia terutama pemerintah untuk menurunkan atau mengecilkan nilai rupiah. terdapat 2 cara dalam menangani masalah tersebut. yang pertama, menggunakan metode sanering atau pemotongan pada nilai tukar rupiah. metode ini dimaksudkan bahwa nilai mata uang rupiah tetap namu nilai tukarnya yang berkurang. misalnya dengan uang Rp.6.000 bisa untuk membeli 1kg beras namun dengan metode sanering maka uang Rp.6.000 hanya mendapat 3/4 kg. yang kedua, metode redenominasi. redenominasi adalah praktek pemotongan nilai mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya. metode ini dimaksudkan untuk mengurangi angka nilai rupiah namun tidak mempengaruhi nilai tukarnya. misalnya meredenominasi nilai Rp.1000 dengan cara menghilangkan 3 angka nol. sehingga menjadi Rp.1 namun Rp.1 itu nilai tukarnya tetap sama seharga Rp.1000. dan harus dipastikan dapat membeli barang yang sama. metode yang pertama dirasa kurang efektif sebab metode tersebut akan membuat orang semakin miskin. lain halnya dengan metode yang kedua atau redenominasi yang saya rasa dapat meningkatkan perekonomian negara. seperti negara turki yang sukses menerapkan metode redenominasi.menurut kepala biro riset ekonomi dan kebijakan moneter bank indonesia yakni Iskandar Simorangkir mengatakan bahwa "indonesia dapat mengecilkan mata uang rupiah dengan catatan ada kesiapan konsensus politik dan kesiapan". dari kutipan diatas maka dapat disimpulkan bahwa untuk meredenominasi rupiah maka harus ada kesiapan konsensus politik dan kesiapan masyarakat dalam menerima pemotongan nilai rupiah namun dengan nilai tukar yang sama. namun jika tidak ada kesiapan maka sama halnya yang dialami negara zimbawe yang gagal dalam menerapkan redenominasi mata uang sehingga terjadi inflasi yang besar-besaran hingga mencapai inflasi yang beribu-ribu persen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar